Salam Pendidikan,
Dalam dunia pendidikan mungkin pelajaran seni musik sering dianggap sebagai pelajaran yang tidak penting. Saya pernah menjumpai seorang siswa di sekolah, dengan gamblang dia mengutarakan bahwa pelajaran seni musik itu adalah pelajaran yang tidak penting/tidak bermutu karena bagi dia belajar musik tidak berpengaruh pada kehidupannya setelah lulus nanti. Seorang guru juga pernah menyatakan bahwa pelajaran seni musik hanya akan membuang waktu, dimana seharusnya menurut dia lebih baik waktu tersebut digunakan untuk pelajaran lain, yang dimaksud adalah pelajaran yang di-UNAS-kan karena guru tersebut kebetulan adalah guru yang mengajar mata pelajaran yang di-UNAS-kan. Tidak hanya murid, guru, bahkan orangtua siswa pun ada yang setuju dengan pernyataan bahwa pelajaran seni musik dan segala aktivitasnya hanya akan membuang waktu anaknya untuk belajar mata pelajaran lain yang lebih penting.
Kadangkala manusia atau kita sering mengabaikan hal-hal kecil yang justru memiliki pengaruh besar dalam kehidupan kita selanjutnya. Musik adalah hal kecil yang terabaikan tetapi memiliki pengaruh yang besar apabila kita dapat menerjemahkannya dengan baik dalam kehidupan kita sehari-hari. Sejak kecil, manusia atau kita sudah terbiasa dengan kemampuan seperti berhitung, berpikir secara sistematis atau sering disebut dengan kecerdasan analitik yang sering kita kenal dengan kemampuan otak kiri. Ini sering didapatkan melalui pelajaran di sekolah mulai dari bangku Sekolah Dasar hingga bangku Kuliah. Bekerja hanya dengan menggunakan otak kiri akan membuat kita tidak bisa berbuat lebih lagi karena semua yang akan terjadi sudah dirumuskan oleh sistem yang pernah ada sejak dulu. Orangtua, dan beberapa guru (yang saya maksud seperti pada paragraf pertama) mungkin berdalih agar anak mendapatkan pengalaman dan pemahaman yang luas sehingga anak-anak diharuskan mengikuti beberapa kursus yang menunjang kemampuan otak kiri (mata pelajaran umum).
Kemampuan otak kanan sering dikaitkan dengan kreativitas, misal seperti kemampuan berkomunikasi dan seni. Menurut Executive Director pre-school dan Kindergarten Pestalozzi, DR.
Dharmayuwati Pane, MA, lebih baik jika kursus atau les yang diberikan
anak dapat menstimulasi otak kanan, tidak hanya otak kiri. Contoh stimulasi otak kanan seperti kursus musik atau mengolah tubuh seperti ber-olahraga. Latihan bermain musik, menurut seorang ahli syaraf Christo Pantev dan koleganya dari
Universitas Munster, Jerman, dapat meningkatkan kinerja nalar otak, kesimpulan itu diperoleh setelah melakukan kajian terhadap pola
citra magnetik yang merekam perbandingan otak-otak musisi terlatih
dengan orang yang tak pernah memainkan notasi musik. Riset sebelumnya di Amerika Serikat juga menunjukkan, pelajaran musik
dapat meningkatkan intelegensia remaja. Musik dapat menaikkan kapasitas
dan kualitas nalar otak. (Republika.co.id).
Jelas sudah bahwa sebenarnya pelajaran seni musik bukanlah sembarang pelajaran, yang selama ini dipandang sebelah mata oleh beberapa dari kita manusia (guru, murid, orangtua). Kita tidak menyadari manfaat dari pelajaran seni musik, karena manfaat dari pelajaran seni musik bukan sekedar nilai yang tertulis di raport yang bisa dilihat oleh mata telanjang, tetapi lebih dari itu. Pelajaran seni musik memiliki pengaruh yang besar terhadap kemampuan otak kanan kita yang nantinya pasti memiliki pengaruh yang besar untuk kehidupan kita manusia di masa yang akan datang. Orangtua tidak perlu bersusah payah meng-kursus-kan anak-anaknya untuk belajar musik karena sekarang ini banyak sekolah yang memasukkan pelajaran seni musik kedalam kurikulum sekolah. Oleh karena itu ubahlah pandangan kita manusia, jadikanlah musik bagian dari hidup kita.
SALAM

nanti kalo peradaban nya udah maju musik bakal dihargain kok :p
ReplyDeletemusic was never about time, anywhere music will always exist in the mind :)
ReplyDelete"Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memberikan rangsangan-rangsangan yang kaya untuk segala aspek perkembangan secara kognitif dan kecerdasan emosional (emotional intelligent). Roger Sperry (1992) dalam Siegel (1999) penemu teori Neuron mengatakan bahwa neuron baru akan menjadi sirkuit jika ada rangsangan musik sehingga neuron yang terpisah-pisah itu bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak, sehingga terjadi perpautan antara neuron otak kanan dan otak kiri itu."
ReplyDeleteMenurut saya apapun yang telah dilakukan didalam dunia pendidikan kita saat ini masih terlihat memiskinkan pendidikan seni musik didalam sebuah mata pelajaran, Himbauan saya terhadap guru-guru seni musik "Tetaplah berjuang didalam jalan anda di dunia musik pendidikan,selama musik itu menyenangkan dan tidak membuat stres siswa-siswi didalam kelas berikan yang terbaik kepada dunia pendidikan indonesia. karena indonesialah satu-satunya negara yang memiliki banyak culture budaya dan seni tradisi,jangan sampai hilang ditelan zaman khususnya modernisasi yang semakin menjamur di negara kita. jadikan musik indonesia sebagai musik yang benar-benar dihargai kwalitasnya bukan untuk diambil oleh negara lain". SAYANGILAH SENI TRADISIMU DALAM BENTUK APAPUN SELAGI MENUNGGU ANAK CUCUMU YANG AKAN MELANJUTKANNYA.
SEMANGKA!!!!!
Dimas_conguero@yahoo.com
bagus pak :)
ReplyDeleteAshiapp
ReplyDelete